Dior Dior Dior

Vaksinasi Campak di Sumenep Terhambat Penolakan

Dior

SUMENEP – Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Jawa Timur, berencana mengajukan perpanjangan program vaksinasi massal atau outbreak response immunization (ORI) campak. Kebijakan ini muncul karena capaian vaksinasi sejak penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak belum menyentuh target yang ditentukan.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Ellya Fardasyah, mengakui banyak anak belum divaksin akibat adanya penolakan dari sebagian orang tua. Kondisi ini menyebabkan pelaksanaan ORI belum berjalan maksimal.

Dior

“Ini masih kita ajukan perpanjangan. Memang banyak penolakan di lapangan, sehingga target belum bisa tercapai,” ujar Ellya, Jumat (12/9/2025).

Ellya menegaskan, perpanjangan ORI nantinya akan difokuskan pada anak-anak yang sebelumnya menolak vaksinasi. Dinkes akan melakukan sweeping ke lokasi-lokasi dengan angka penolakan tinggi.

Baca Juga : Warga Surabaya Lapor 15 Kasus Pungli,Urus KK dan KTP Dipalak

“Kalau dari awal tidak ada penolakan, program ini sebenarnya sudah selesai. Jadi sekarang fokus kita pada anak-anak yang menolak. Kita coba seminggu lagi dengan strategi berbeda,” jelasnya.

Dinkes Sumenep menargetkan perpanjangan ORI hingga 20 September 2025. Usulan tersebut akan disampaikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kepada Kementerian Kesehatan.

Target Belum Sesuai Harapan

Penyebaran Campak di Sumenep Bertambah Jadi 2.105 Kasus, Wabub Imam Hasyim Pantau Imunisasi - Tribunmadura.com

Sejak dimulai pada 25 Agustus 2025, vaksinasi massal campak di Sumenep menargetkan 73.969 anak di wilayah daratan maupun kepulauan. Namun hingga kini, angka partisipasi belum sesuai harapan.

Ellya mengakui bahwa capaian yang rendah membuat target tidak dapat dipenuhi sesuai batas waktu. “Capaian memang tidak bisa optimal. Makanya kita ajukan perpanjangan sampai 20 September, sambil menunggu persetujuan,” katanya.

Rencana Teknis Perpanjangan ORI

Selain mengajukan perpanjangan, Dinkes P2KB juga sedang menyiapkan rencana teknis pelaksanaan di lapangan. Strategi baru ini penting agar vaksinasi dapat menjangkau anak-anak yang sebelumnya menolak.

Baca Juga :  BMKG: Surabaya Rabu ini berpeluang hujan ringan

“Sambil disiapkan rencana teknisnya. Kalau diperpanjang, kita harus punya pola yang berbeda, terutama untuk menghadapi penolakan,” tegas Ellya.

Pentingnya Dukungan Masyarakat

Program vaksinasi massal ini digelar untuk menekan penyebaran campak yang sempat dinyatakan sebagai KLB di Sumenep. Dukungan orang tua dan masyarakat dinilai sangat penting agar target vaksinasi tercapai.

Tenaga kesehatan berharap masyarakat bisa lebih memahami manfaat vaksin sebagai upaya melindungi anak dari penyakit menular. Tanpa dukungan itu, risiko penyebaran campak di Sumenep masih tinggi.

Dior