Dior Dior Dior

Surabaya Naikkan Anggaran Pengendalian Genangan Jadi Rp 1,1 Triliun pada 2026

SAHKAN APBD 2026 - Pemkot Surabaya bersama bersama DPRD menyepakati APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp12,7 triliun. Melalui Rapat Paripurna DPRD Surabaya yang dihadiri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama jajaran DPRD, Senin (10/11/2025), ada sejumlah belanja prioritas tahun depan.
Dior

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya untuk menekan genangan dan banjir pada tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kenaikan anggaran pengendalian genangan menjadi Rp1,1 triliun, atau sekitar 8 persen dari total belanja APBD Surabaya 2026 yang mencapai Rp12,73 triliun.

Langkah ini menandai keseriusan pemerintah kota dalam memperkuat infrastruktur drainase dan sistem pengendali air, sekaligus menjawab keluhan masyarakat terhadap genangan yang masih terjadi di sejumlah titik strategis.

Dior

Anggaran Naik 22 Persen, Fokus pada Drainase dan Rumah Pompa

Berdasarkan rencana belanja APBD Surabaya 2026, alokasi pengendalian genangan meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp900 miliar menjadi Rp1,1 triliun.

Kenaikan terbesar terjadi pada pembangunan sistem drainase perkotaan, yang melonjak lebih dari dua kali lipat dari Rp379 miliar menjadi Rp770,9 miliar. Rincian anggaran pengendalian genangan 2026 antara lain:

  • Pembangunan sistem drainase perkotaan: Rp770,9 miliar

  • Rehabilitasi sistem drainase: Rp144,3 miliar

  • Operasi dan pemeliharaan drainase: Rp96 miliar

  • Pembangunan drainase lingkungan: Rp78 miliar

  • Pembinaan teknis sistem drainase: Rp10 miliar

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa fokus pembangunan akan diarahkan ke titik-titik genangan tinggi melalui pembangunan saluran baru, rumah pompa, dan bozem (tampungan air).

Baca Juga : Wali Kota Eri Tinjau Sejumlah Titik Banjir di Surabaya

“Wali Kota telah memberikan arahan agar lelang proyek dimulai sejak Desember 2025. Tujuannya agar pengerjaan selesai tepat waktu, sebelum musim hujan di akhir 2026,” kata Syamsul, Selasa (11/11/2025).

Titik Prioritas: Panjang Jiwo dan Tanjungsari

Surabaya Naikkan Anggaran Pengendalian Genangan Jadi Rp 1,1 Triliun pada 2026 - Surya.co.id

Salah satu area prioritas adalah Jalan Panjang Jiwo di Kecamatan Trenggilis Mejoyo. Kawasan ini sering tergenang meski lokasinya berdekatan dengan Sungai Jagir.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah menginstruksikan pembangunan rumah pompa dan peninggian jalan di sekitar SPBU Panjang Jiwo, serta membuat sudetan air menuju Kali Jagir yang terhubung ke Rumah Pompa Wororejo 2.

Selain Panjang Jiwo, wilayah Tanjungsari di Kecamatan Sukomanunggal juga menjadi fokus utama. Daerah ini sering dilanda genangan karena saluran airnya kecil dan belum terkoneksi dengan sistem pengendali air laut.

“Tanjungsari agak rumit karena salurannya melewati kawasan padat penduduk dan belum memiliki pintu air maupun rumah pompa. Kami akan membangun box culvert atau tampungan air bawah tanah,” jelas Syamsul.

Konsep long storage atau tampungan memanjang yang akan diterapkan di Tanjungsari mengadopsi sistem pengendalian air di Jalan Mayjen Sungkono, yang terbukti efektif mengurangi genangan dalam waktu cepat.

DPRD Surabaya Dorong Pemerataan Pembangunan Drainase

Dari sisi pengawasan, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengingatkan agar proyek drainase tidak hanya difokuskan di jalan-jalan utama, tetapi juga menjangkau wilayah perkampungan.

“Saluran di perkampungan perlu dipastikan tersambung ke sistem drainase utama supaya air dapat mengalir lancar,” tegasnya.

Eri juga menyoroti masih banyak saluran kecil yang tidak terintegrasi dengan sistem drainase besar. Ia meminta agar Pemkot memperhatikan aspek pemerataan pembangunan serta melakukan pendataan ulang kondisi saluran di permukiman.

Baca Juga :  3 Jalur Alternatif Jogja Surabaya Paling Aman Saat Musim Hujan

Selain itu, DPRD menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim yang memengaruhi pola curah hujan di kawasan perkotaan.

“Bahkan kota besar dunia seperti Tokyo dan Singapura masih menghadapi banjir. Yang penting, luas genangan bisa berkurang dan air cepat surut. Itu yang harus menjadi ukuran keberhasilan,” ujar Eri.

Surabaya Menuju Kota Tangguh Banjir

Melalui peningkatan anggaran dan pembangunan sistem drainase terpadu, Pemkot Surabaya menargetkan kota ini menjadi kota tangguh banjir pada 2026.

Pemkot juga berencana memaksimalkan fungsi rumah pompa dan bozem yang sudah ada, serta memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat sampah.

Langkah komprehensif ini diharapkan tidak hanya menekan potensi genangan, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur kota terhadap perubahan iklim ekstrem.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, Surabaya optimistis mampu mengurangi titik genangan secara signifikan dan mewujudkan lingkungan kota yang aman, nyaman, serta bebas banjir.

Dior