Surabaya – Kasus Narkoba Dominasi Kenaikan Angka Kriminalitas Di Kediri Pada 2025, Jumlah ABH Semakin Tinggi. Angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Kediri menunjukkan peningkatan sepanjang tahun 2025. Dalam rilis akhir tahun di Polres Kediri, Senin (29/12/2025) terungkap bahwa tindak pidana mencapai 376 kasus, meningkat 8,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 346 kasus. Meski angka kejahatan meningkat, Polres Kediri mencatat keberhasilan dalam pengungkapan kasus. Tingkat penyelesaian perkara atau crime clearance mengalami kenaikan dari 91,6 persen pada 2024 menjadi 93,9 persen pada 2025. Dari ratusan kasus yang ditangani, 355 perkara berhasil diselesaikan.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan bahwa peningkatan kriminalitas dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat serta dinamika sosial yang semakin kompleks. “Peningkatan jumlah kasus menjadi bahan evaluasi serius bagi kami. Namun kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara profesional, cepat, dan transparan. Hal ini tercermin dari meningkatnya tingkat penyelesaian perkara,” kata Bram. Sepanjang 2025, kejahatan konvensional masih mendominasi. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) tercatat sebanyak 60 perkara, disusul pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 55 kasus, serta pengeroyokan 39 kasus. Selain itu, berbagai bentuk penganiayaan dan kekerasan masih kerap terjadi.
Baca Juga : Fraksi PDIP Minta Bupati Tulungagung segera Isi Posisi Sekda dan Kepala Dinas Strategis yang Kosong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kejahatan-Kediri-2025.jpg)
Anak Terlibat Kejahatan
Sejumlah kasus menonjol turut menjadi perhatian publik, mulai pengeroyokan antara anggota perguruan silat yang menewaskan seorang pelajar, pembunuhan, hingga peredaran minuman keras (miras) oplosan yang membawa korban jiwa. Kenaikan angka kriminalitas juga berdampak pada meningkatnya jumlah tersangka. Pada 2024 tercatat ada 184 tersangka, sementara pada 2025 menjadi 284 tersangka. Yang cukup mengkhawatirkan, keterlibatan anak yang berhadapan dengan hukum meningkat tajam dari 6 anak menjadi 44 anak.
“Keterlibatan anak dalam tindak pidana menjadi perhatian serius kami. Ini menjadi alarm bagi semua pihak, bukan hanya kepolisian,” jelasnya. Bram menegaskan, Polres Kediri akan memperkuat langkah pencegahan melalui pembinaan, edukasi, serta kolaborasi dengan sekolah, tokoh masyarakat, dan orang tua agar anak-anak tidak terjerumus dalam tindak kriminal. Di sisi lain, kasus narkoba juga menunjukkan trend peningkatan. Sepanjang 2025, Polres Kediri mengungkap 219 perkara narkotika, naik 4,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 1.870,34 gram sabu, 844,17 gram ganja, dua pohon ganja, serta 477.500 butir pil double L. “Peredaran narkoba adalah ancaman serius bagi generasi muda. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku,” tegas Bramastyo.
Kecelakaan Lalu Lintas
Sementara di sektor lalu lintas, Polres Kediri mencatat kabar positif. Jumlah pelanggaran lalu lintas menurun dari 10.819 kasus pada 2024 menjadi 7.947 kasus pada 2025. Angka kecelakaan fatal juga menurun, dengan korban meninggal berkurang dari 153 orang menjadi 129 orang. Kapolres Kediri menambahkan, pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan preventif, preemtif, dan represif secara seimbang melalui peningkatan patroli, penanganan cepat potensi konflik sosial, serta penguatan sinergitas dengan pemda dan TNI. “Seluruh capaian ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak, mulai dari anggota kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga peran aktif masyarakat,” pungkasnya.






