Dior Dior Dior

Begal di Jalan Karah Surabaya Ternyata Oknum Pesilat

Dior

SURABAYA – Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap delapan pelaku pem begal an dan perampasan motor di Jalan Karah, Surabaya, Jawa Timur. Aksi mereka viral setelah rekaman CCTV tersebar di media sosial.

Berawal dari Pesta Miras Ulang Tahun

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, aksi brutal itu terjadi setelah puluhan remaja menggelar pesta minuman keras untuk merayakan ulang tahun teman tongkrongan.

Dior

Para pelaku berjumlah delapan orang. Lima di antaranya berusia 18–19 tahun: AGA, UMR, HDR, GLG, dan SLM. Tiga lainnya masih di bawah umur berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Polisi juga memburu enam pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Menurut Luthfie, AGA menjadi otak pengeroyokan dan perampasan motor. Kelompok ini awalnya minum miras di kawasan Jalan Simo Hilir pada Sabtu (29/11/2025) malam, namun warga mengusir mereka karena membuat kegaduhan.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Siapkan IPRO untuk Tarik Investor Global

Konvoi Onar 30 Remaja

Setelah diusir, mereka bukannya pulang. Justru berkonvoi keliling jalanan Surabaya dengan membawa bambu dan perlengkapan lain.
Konvoi sekitar 30 orang itu membuat gaduh dan sempat bersitegang dengan warga di Wonokromo.

Saat melintas di Jalan Raya Karah pada Minggu (30/11/2025) dini hari, mereka menyerang pengendara dan merampas motor korban.

“Mereka memukul, menendang, dan mengeroyok korban hingga terjatuh,” ujar Luthfie di Gedung Bhara Daksa, Jumat (5/12/2025).

Motor Curian Dijual ke Madura

Pesta Miras di Putat Gang Lebar, Surabaya, 74 Remaja Diamankan Polisi, 39 Motor Ditahan - Radar Surabaya Begal
Begal

AGA dan UMR membawa kabur motor korban. Mereka kemudian menjualnya seharga Rp3 juta melalui perantara berinisial EK, yang kini menjadi DPO.
Uang hasil penjualan dibagi berdua, sementara EK mendapat Rp200 ribu.

Menurut polisi, para pelaku bertindak brutal karena mabuk. Mereka sebelumnya meminum tujuh botol arak Bali bersama-sama.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Lumajang

Motif Dendam Pribadi

Selain pengaruh alkohol, AGA diduga menyimpan dendam karena pernah menjadi korban pengeroyokan kelompok lain. Hal itu memicu ajakan mencari “lawan” saat konvoi.

Kapolrestabes menegaskan aksi ini tidak terkait perguruan pencak silat tertentu.
“Murni kegiatan nongkrong, minum-minum, kemudian membuat onar,” katanya.

Pengakuan Pelaku

UMR mengaku rutin menenggak miras 2–3 kali seminggu. Ia membenarkan pengeroyokan dan perampasan motor dilakukan setelah pesta miras.

AGA mengaku menyerahkan penjualan motor kepada EK. “Katanya dijual ke Madura. Saya nunggu di gapura,” ujarnya.

Kesaksian Korban dan Orang Tua

Video CCTV menunjukkan korban MT (17) berlari ke gang kecil untuk menyelamatkan diri setelah dipukuli gerombolan remaja tersebut. Ia mengaku motor Honda Beat Street miliknya dirampas.

“Iya benar dihentikan anak-anak membawa senjata tajam, sekitar 20 orang atau lebih,” kata FT, orang tua korban.

Dior